Angtyasti Jiwasiddi: Tentang mengatasi cemas, seleksi beasiswa Scientia dan adaptasi bersama putri semata wayang

Hai Angty, terima kasih sudah berkenan ngobrol bersama phdmama. Selain karena profesi sebagai pengajar di Binus University, apa yang memotivasi Angty untuk studi PhD? Thank you for the invitation juga mbak Kanti, kalau bagi aku motivasi yang utama adalah bagaimana sebaik mungkin dapat memiliki kehidupan yang terbaik dengan melakukan pekerjaan Read more…

Maya Irjayanti: Tentang suami petualang, membesarkan anak ABG dan kiat bahagia sebagai mahasiswi PhD

Hai Mbak Maya, terima kasih sudah berkenan ngobrol bareng phdmamaindonesia. Menginjak tahun ketiga studi PhD ini, apa saja suka dan duka yang Mbak rasakan? Halo Mbak Kanti, sama-sama Mbak. Ya, saya tidak akan menyebut duka, kesannya pesimis. Saya lebih suka menyebutnya sebagai tantangan ya. Ya jujur saja tantangannya banyak. Tapi Read more…

PhD Mama Deti: Tentang pilihan untuk studi lanjut dan mendampingi putra berkebutuhan khusus

Halo Mbak Deti, bagaimana ceritanya sampai memutuskan untuk menjalani studi PhD di Queensland bersama keluarga, sambil mendampingi putra yang memiliki kebutuhan khusus? Pada mulanya terus terang saya kurang berminat untuk mengambil PhD karena sedang menikmati pekerjaan saya sebagai PNS di Bappenas. Namun, kemudian suami saya mendapat letter of offer dan Read more…

PhD Mama Sherly: Tentang menjadi ibu baru, pernikahan jarak jauh dan lingkungan studi yang kompetitif

Menjalani program PhD di negara tetangga, Singapura, dapat menjadi opsi yang menguntungkan terutama dari segi kedekatan lokasi serta tingkat kompetisi prestasi yang cukup tinggi. Sherly Haristya, seorang PhD Mama yang menimba ilmu di negeri Singa, berbagi kisah tentang masa-masa menjalani perkuliahan sebagai pengantin baru, mama baru serta momen-momen up and Read more…