PhD Mama Dewi: Perempuan tak hanya dapur, kasur dan sumur

Mbak Dewi bolehkah cerita sedikit seperti apa proses awal hijrah ke Inggris untuk studi PhD? Seperti apa dukungan keluarga saat itu? Sesuai dengan life plan saya, saya memang ingin melanjutkan studi S3. Pilihan kami jatuh di London, kota yang sama seperti saat saya menyelesaikan studi di Imperial College London. Dulu saya ingin langsung melanjutkan S3, … Continue reading PhD Mama Dewi: Perempuan tak hanya dapur, kasur dan sumur

Advertisements

Kisah hebat pendamping PhD Mama: Berhijrah demi keluarga

Kabar istri mendapatkan beasiswa untuk lanjut studi S3 di Auckland Selandia Baru, terus terang pada waktu itu menjadi dilema bagi saya. Dikarenakan pada saat bersamaan karir saya sedang berada pada track yang baik. Saya baru saja di promosikan menjadi Sub Branch Manager di sebuah Bank Syariah ternama di Indonesia, di kota tempat tingal saya, Jambi. … Continue reading Kisah hebat pendamping PhD Mama: Berhijrah demi keluarga

PhD Mama Amy: Tentang hamil besar, menjadi single-fighter dan disertasi

Hai Mbak Amy, boleh cerita bagaimana awal perjalanan Mbak studi PhD di Amsterdam? Hai Mbak Kanti. Waktu itu, Idul Adha tahun 2015 adalah hari dimana saya dan anak pertama saya, perempuan berusia 4 tahun, harus berangkat berdua ke negara kincir angin, Belanda. Saya mendapatkan tawaran untuk sekolah PhD di Academisch Medisch Centrum, University of Amsterdam, … Continue reading PhD Mama Amy: Tentang hamil besar, menjadi single-fighter dan disertasi

PhD Mama Yuher: Usaha katering, mengasuh anak dan disertasi

Sering saya dengar, perjalanan PhD itu penuh dengan kejutan. Bagaimana pendapat Mbak Yuher? Ya, kurang lebih seperti itulah yang saya rasakan juga. Jadi cerita awalnya kepindahan kami ke Taiwan adalah karena suami akan melanjutkan sekolah. Namun karena jurusan yang diminati beliau mengharuskan kemampuan Bahasa Mandarin di level tertentu, rencana seketika berubah : saya lanjut S3, … Continue reading PhD Mama Yuher: Usaha katering, mengasuh anak dan disertasi

PhD Mama Dharma: Kisah single-fighter, vonis down-syndrome dan layanan child-care

Bagaimana perasaan Kakak sekarang studi sudah rampung dan sudah kembali berkumpul lagi bersama keluarga? Ya, saya selalu melihat bahwa setiap insan di dunia ini semata-mata hanya menjalankan peran sesuai takdir dan tugas kita adalah menghidupkan peran tokoh itu sebaik-baiknya dengan ikhtiar dan beribadah. Alhamdulillah, rasanya bahagia yang tak terkira karena perjuangan lahir dan batin di jalan … Continue reading PhD Mama Dharma: Kisah single-fighter, vonis down-syndrome dan layanan child-care

Nulis bareng buku “Jurnal PhD Mama”

CALL FOR CONTRIBUTIONS Halo semua. Saat ini saya dan beberapa teman sedang menggarap sebuah buku berisi kumpulan kisah mahasiswi PhD Indonesia (baik yang single maupun sudah menikah/berkeluarga) dari berbagai negara. Bagi teman2 yang berminat untuk bergabung, silahkan kirim ABSTRAK tulisan sepanjang 100 kata paling lambat 22 April 2017 ke kantipertiwi@gmail.com dengan pilihan tema diantaranya: 1. Keluarga 2. Tantangan terkait kesehatan 3. … Continue reading Nulis bareng buku “Jurnal PhD Mama”

PhD Mama Dewi: Anugerah studi PhD dibalut kisah LDR segitiga dengan anak dan suami

Halo mbak Dewi, boleh cerita Mbak, bagaimana perjalanan Mbak Dewi dalam menempuh PhD sejauh ini? Apa saja kemudahan dan kesulitan yang ditemui? Hai mba Kanti. Perjalanan PhD saya di Royal Melbourne Institute of Technology (RMIT) University secara resmi dimulai pada tanggal 02 Maret 2015. Saat ini adalah tahun ketiga perjalanan saya sebagai kandidat doktor. Dua … Continue reading PhD Mama Dewi: Anugerah studi PhD dibalut kisah LDR segitiga dengan anak dan suami

Farah Bachtiar: Tentang pilihan perempuan, mencari jodoh dan mengejar PhD

Setelah vakum cukup lama, berikut obrolan saya dengan Farahdiba Bachtiar, yang biasa dipanggil Diba, tentang serba-serbi kehidupannya sebagai seorang perempuan muda lajang dan juga kandidat PhD di Royal Melbourne Institute of Technology (RMIT), Melbourne, Australia. Apa yang mendorong Diba utk studi PhD diusia yg terbilang cukup muda – belum 30 tahun? Ya Mbak, terus terang aku punya … Continue reading Farah Bachtiar: Tentang pilihan perempuan, mencari jodoh dan mengejar PhD

PhD Mama Najmah: Perjuangan panjang berangkat studi S3 bersama 2 balita

Najmah, bisa cerita sedikit bagaimana perjuangan mendapatkan beasiswa S3 sekarang ini? Ya, saya sudah memimpikan studi PhD dari sejak lama. Waktu itu tahun 2011 saya baru saja menikah. Saya mendaftar beasiswa kesana kemari tapi berkali-kali itu juga saya gagal. Rupanya Allah ingin kami fokus pada pencapaian lain yaitu untuk punya anak terlebih dahulu. Alhamdulillah kami … Continue reading PhD Mama Najmah: Perjuangan panjang berangkat studi S3 bersama 2 balita

PhD Mama Ima: Menyiasati studi dengan balita dan menjalani LDR

Perempuan, pengawasan dan 'realita' yang subjektif Sering kali, pilihan hidup yang dibuat oleh seorang perempuan menjadi objek pengawasan (scrutiny) orang sekitarnya. Seolah abai pada kenyataan bahwa setiap orang (terlepas ia laki-laki atau perempuan), menghadapi 'realita' yang berbeda-beda yang tak dapat disamaratakan. Simak obrolan saya dengan PhD Mama Ima yang mengupas tentang tantangan hidup studi di rantau … Continue reading PhD Mama Ima: Menyiasati studi dengan balita dan menjalani LDR