Antung Pandangwati: Tentang Amanah Abah dan Tiga Tanjakan Menuju Studi PhD

Hai Mbak Antung, terima kasih sudah berkenan sharing untuk phdmamaindonesia. Apa hal yang paling membekas tentang proses mempersiapkan studi? Hai Mbak Kanti. Kilas balik studi saya, waktu itu tahun 2013 adalah tahun yang terberat dalam hidup saya. Diabetes yang Abah (Ayah) derita menimbulkan komplikasi jantung. Ketika Abah sedang opname, saya sempatkan untuk datang saat istirahat makan siang di kampus tempat kerja saya sebagai dosen. Hal … Continue reading Antung Pandangwati: Tentang Amanah Abah dan Tiga Tanjakan Menuju Studi PhD

Lenny Suardi: Kisah “Bundo Kanduang” Studi bersama Bayi dan Suami Tangguh di Negeri Kangguru

Halo Lenny, sejak kapan merencanakan studi PhD dan apa kendala terbesar yang dirasakan? Hai Kanti. Keinginan untuk lanjut PhD sudah dari awal lulus kuliah S2 tahun 2009, namun saya sadar bahwa pengalaman saya dalam riset masih sangat kurang, terutama riset terkait dengan bidang yang saya minati, yaitu keuangan dan perbankan. Dengan latar belakang saya sebagai lulusan Matematika yang mengajar di Fakultas Ekonomi, rasanya saya perlu … Continue reading Lenny Suardi: Kisah “Bundo Kanduang” Studi bersama Bayi dan Suami Tangguh di Negeri Kangguru

Ayu Swandewi: Studi S3 bersama suami dan membesarkan empat anak itu sesuatu!

Hai Mbak Ayu, boleh cerita seperti apa rasanya studi Ph.D. bersama-sama dengan suami? Halo, Kanti. Kilas balik sedikit ya. Keinginan studi S3 bersama suami sebetulnya sudah muncul ketika waktu itu (2007-2008) suami ikut menemani saya kuliah S2 dengan membawa dua anak kami yang akhirnya menyebabkan tertundanya karir suami. Sekembalinya kami ke tanah air, suami saya melanjutkan S2 di Universitas Gadjah Mada sehingga kami harus menjalani … Continue reading Ayu Swandewi: Studi S3 bersama suami dan membesarkan empat anak itu sesuatu!

Widya Paramita: Kecilkan yang Besar, dan Besarkan yang Kecil: Resep Menjaga Kewarasan Seorang Ibu sekaligus Mahasiswi S3

Dear Pembaca PhDMama Indonesia, Perkenalkan, nama saya Widya Paramita, biasa dipanggil Mita atau Widya. Saat ini saya memasuki tahun ke 3 studi S3 saya di School of Marketing, University of New South Wales. Sebelum saya memulai cerita saya, saya ingin menyampaikan bahwa saya tidak lebih hebat dari ibu-ibu di manapun. Semua orang punya tantangan yang berbeda dalam hidupnya, khususnya menjadi ibu. Sebaliknya, saya sering sekali … Continue reading Widya Paramita: Kecilkan yang Besar, dan Besarkan yang Kecil: Resep Menjaga Kewarasan Seorang Ibu sekaligus Mahasiswi S3

Angtyasti Jiwasiddi: Tentang mengatasi cemas, seleksi beasiswa Scientia dan adaptasi bersama putri semata wayang

Hai Angty, terima kasih sudah berkenan ngobrol bersama phdmama. Selain karena profesi sebagai pengajar di Binus University, apa yang memotivasi Angty untuk studi PhD? Thank you for the invitation juga mbak Kanti, kalau bagi aku motivasi yang utama adalah bagaimana sebaik mungkin dapat memiliki kehidupan yang terbaik dengan melakukan pekerjaan yang menyenangkan. I’m not saying that Ph.D. is all fun, it has its challenges. Tapi … Continue reading Angtyasti Jiwasiddi: Tentang mengatasi cemas, seleksi beasiswa Scientia dan adaptasi bersama putri semata wayang

Ezmieralda Melissa: Tentang durian runtuh, kerja paruh waktu dan dukungan orang-orang terkasih

Hai Ezmi, selamat ya sudah menyerahkan disertasinya. Bisa cerita sedikit apa motivasi awal ingin studi PhD? Alhamdulillah, terima kasih. Motivasi utama tentu saja terkait pekerjaan sebagai akademisi. Tapi memilih menjadi akademisi pun sebetulnya juga bukan rencana hidup. Awalnya justru ingin kerja di perusahaan karena background studi dulu public relations (PR) dan marketing, tapi Papa (alm) bilang aku seperti cocok untuk jadi pengajar. Nah, suatu ketika setelah mentok melamar … Continue reading Ezmieralda Melissa: Tentang durian runtuh, kerja paruh waktu dan dukungan orang-orang terkasih

Imairi Eitiveni: Menjadi Tutor Memberi Semangat Baru untuk Studi

Halo Meri, terima kasih sudah berkenan berbincang dengan phdmamaindonesia. Boleh tanya, di tengah kesibukan sebagai mahasiswi PhD, kenapa memilih jadi tutor (asisten dosen)? Hai Mbak Kanti. Motivasi utama saya yaitu ingin cari pengalaman, seperti apa sih mengajar mahasiswa internasional. Selain itu juga pengalaman kolaborasi dengan kolega di sini, cari ilmu sebanyak-banyaknya karena latar belakang saya sebagai dosen. Saya juga senang berinteraksi dengan banyak orang. Satu … Continue reading Imairi Eitiveni: Menjadi Tutor Memberi Semangat Baru untuk Studi

Maya Irjayanti: Tentang suami petualang, membesarkan anak ABG dan kiat bahagia sebagai mahasiswi PhD

Hai Mbak Maya, terima kasih sudah berkenan ngobrol bareng phdmamaindonesia. Menginjak tahun ketiga studi PhD ini, apa saja suka dan duka yang Mbak rasakan? Halo Mbak Kanti, sama-sama Mbak. Ya, saya tidak akan menyebut duka, kesannya pesimis. Saya lebih suka menyebutnya sebagai tantangan ya. Ya jujur saja tantangannya banyak. Tapi saya dari awal sudah komitmen, apapun rencana hidup saya, kami sekeluarga akan bersama terus. Keluarga … Continue reading Maya Irjayanti: Tentang suami petualang, membesarkan anak ABG dan kiat bahagia sebagai mahasiswi PhD

Irina Mildawani: Serunya Kembali ke Bangku Kuliah dan Tantangan Menjalani LDR dengan Suami dan Anak-cucu

Halo Ibu Irina, selamat ya atas wisudanya sebagai PhD di tahun 2017 lalu! Kabarnya, cerita Ibu dalam menjalani studi PhD terbilang unik, karena memulai studi di saat putra-putri sudah dewasa (dan salah satu putri sudah berkeluarga). Bagaimana ceritanya Ibu memutuskan untuk kembali ke bangku kuliah, di saat rekan-rekan seangkatan sudah menikmati masa kerja atau posisi yang sudah mapan? Terima kasih mbak Hera! Pada dasarnya saya … Continue reading Irina Mildawani: Serunya Kembali ke Bangku Kuliah dan Tantangan Menjalani LDR dengan Suami dan Anak-cucu