PhD Mama Deti: Tentang pilihan untuk studi lanjut dan mendampingi putra berkebutuhan khusus

Halo Mbak Deti, bagaimana ceritanya sampai memutuskan untuk menjalani studi PhD di Queensland bersama keluarga, sambil mendampingi putra yang memiliki kebutuhan khusus? Pada mulanya terus terang saya kurang berminat untuk mengambil PhD karena sedang menikmati pekerjaan saya sebagai PNS di Bappenas. Namun, kemudian suami saya mendapat letter of offer dan beasiswa LPDP untuk menempuh studi … Continue reading PhD Mama Deti: Tentang pilihan untuk studi lanjut dan mendampingi putra berkebutuhan khusus

Advertisements

PhD Mama Diana: Menuntut ilmu tak cuma untuk ibu tetapi untuk kebaikan keluarga dan masyarakat

Mbak Diana boleh cerita sedikit apa sih yang memotivasi Mbak untuk berangkat studi S3 ke Australia - seperti apa obrolan dengan suami juga kedua putri kecil waktu itu? Sekolah buat saya adalah perjalanan menuntut ilmu. Tujuannya sudah jelas yaitu menuntut ilmu. Biar ilmunya bertambah untuk ngajari muridnya, karena saya seorang dosen. Agar juga cukup ilmu … Continue reading PhD Mama Diana: Menuntut ilmu tak cuma untuk ibu tetapi untuk kebaikan keluarga dan masyarakat

Habis Gelap Terbitlah Fashion Show?

Selamat Hari Kartini! Simak obrolan saya dengan Mbak Hani Yulindrasari yang belum lama ini kembali dari Australia setelah menyelesaikan studi PhDnya di bidang pendidikan dan studi gender. Hai Mbak, bagaimana kabarnya setelah kembali ke Indonesia? Halo Mbak Kanti. Baik, Mbak. Senang bisa kumpul lagi dengan keluarga dan sahabat-sahabat. Tapi jujur saja setelah kembali dari studi rasanya … Continue reading Habis Gelap Terbitlah Fashion Show?

PhD Mama Anggia: Tentang menjadi ibu, riset di laboratorium dan berbagi tugas dengan suami

Halo Anggi, dua kali hijrah ke Australia untuk studi, apa perbedaannya kali ini? Hai Kanti. Pertama kali saya ke Melbourne untuk mengambil studi Master, saya hanya berdua bersama suami dan kami baru saja menikah. Jadinya saya bisa fokus ke studi dan masih banyak waktu untuk lembur apabila diperlukan dan juga lebih punya waktu untuk berpartisipasi … Continue reading PhD Mama Anggia: Tentang menjadi ibu, riset di laboratorium dan berbagi tugas dengan suami

Kisah pendamping PhD Mama – Iqbal Aji Daryono: Tentang gengsi laki-laki, nyupir truk dan menulis buku

Mas Iqbal hijrah ke Perth akhir tahun 2013 untuk mendampingi istri studi S3 di Murdoch University. Apa yang melatarbelakangi keputusan tersebut? Yang melatarbelakangi ya janji saya untuk mendukung dia sekolah sampai tinggi. Pas istri studi Master saya udah nggak nemeni. Jauh-jauhan dua tahun. Pas doktor ya akhirnya nemeni. Kebetulan kerjaan saya di Jogja juga wiraswasta, … Continue reading Kisah pendamping PhD Mama – Iqbal Aji Daryono: Tentang gengsi laki-laki, nyupir truk dan menulis buku

PhD Mama Sherly: Tentang menjadi ibu baru, pernikahan jarak jauh dan lingkungan studi yang kompetitif

Menjalani program PhD di negara tetangga, Singapura, dapat menjadi opsi yang menguntungkan terutama dari segi kedekatan lokasi serta tingkat kompetisi prestasi yang cukup tinggi. Sherly Haristya, seorang PhD Mama yang menimba ilmu di negeri Singa, berbagi kisah tentang masa-masa menjalani perkuliahan sebagai pengantin baru, mama baru serta momen-momen up and down dalam studi S3. Sher, … Continue reading PhD Mama Sherly: Tentang menjadi ibu baru, pernikahan jarak jauh dan lingkungan studi yang kompetitif

PhD Mama Dewi: Perempuan tak hanya dapur, kasur dan sumur

Mbak Dewi bolehkah cerita sedikit seperti apa proses awal hijrah ke Inggris untuk studi PhD? Seperti apa dukungan keluarga saat itu? Sesuai dengan life plan saya, saya memang ingin melanjutkan studi S3. Pilihan kami jatuh di London, kota yang sama seperti saat saya menyelesaikan studi di Imperial College London. Dulu saya ingin langsung melanjutkan S3, … Continue reading PhD Mama Dewi: Perempuan tak hanya dapur, kasur dan sumur

Kisah hebat pendamping PhD Mama: Berhijrah demi keluarga

Kabar istri mendapatkan beasiswa untuk lanjut studi S3 di Auckland Selandia Baru, terus terang pada waktu itu menjadi dilema bagi saya. Dikarenakan pada saat bersamaan karir saya sedang berada pada track yang baik. Saya baru saja di promosikan menjadi Sub Branch Manager di sebuah Bank Syariah ternama di Indonesia, di kota tempat tingal saya, Jambi. … Continue reading Kisah hebat pendamping PhD Mama: Berhijrah demi keluarga

PhD Mama Amy: Tentang hamil besar, menjadi single-fighter dan disertasi

Hai Mbak Amy, boleh cerita bagaimana awal perjalanan Mbak studi PhD di Amsterdam? Hai Mbak Kanti. Waktu itu, Idul Adha tahun 2015 adalah hari dimana saya dan anak pertama saya, perempuan berusia 4 tahun, harus berangkat berdua ke negara kincir angin, Belanda. Saya mendapatkan tawaran untuk sekolah PhD di Academisch Medisch Centrum, University of Amsterdam, … Continue reading PhD Mama Amy: Tentang hamil besar, menjadi single-fighter dan disertasi

PhD Mama Yuher: Usaha katering, mengasuh anak dan disertasi

Sering saya dengar, perjalanan PhD itu penuh dengan kejutan. Bagaimana pendapat Mbak Yuher? Ya, kurang lebih seperti itulah yang saya rasakan juga. Jadi cerita awalnya kepindahan kami ke Taiwan adalah karena suami akan melanjutkan sekolah. Namun karena jurusan yang diminati beliau mengharuskan kemampuan Bahasa Mandarin di level tertentu, rencana seketika berubah : saya lanjut S3, … Continue reading PhD Mama Yuher: Usaha katering, mengasuh anak dan disertasi