Mengejar Target Bahasa Inggris untuk Studi PhD di Australia

Sebelum mendaftar beasiswa AAS (untuk kedua kalinya), saya mengantongi nilai Academic IELTS 7. Keren kan? Eh, tapi, writingnya masih 5,5 😁. Jadi, meskipun syarat minimal menuju PhD adalah 6,5, nilai saya belum memenuhi, karena masih ada band yang kurang dari 6. Alhamdulillah, setelah mendapatkan kursus persiapan bahasa dari AAS selama 6 minggu, saya berhasil mencapai target nilai IELTS minimal untuk diterima di School of Engineering, … Continue reading Mengejar Target Bahasa Inggris untuk Studi PhD di Australia

Berburu Beasiswa di Masa Pandemi Covid-19: Melangkah Maju atau Mundur?

Melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi merupakan impian banyak orang. Impian yang membutuhkan perjuangan lebih jika ditambah dengan keinginan mendapatkkan pembiayaan dari pihak eksternal (beasiswa). Namun, mendapatkan beasiswa juga memiliki tantangan tersendiri: tidak hanya soal memilih universitas dan bagaimana mendapatkan pembimbing (supervisor) yang sesuai, tapi juga bagaimana agar bisa mendapatkan beasiswa yang dicita-citakan. Beasiswa Di Masa Pandemi Covid-19 Tidak jauh berbeda dengan kondisi sebelum … Continue reading Berburu Beasiswa di Masa Pandemi Covid-19: Melangkah Maju atau Mundur?

Annisa Sarah: Proses Melamar PhD by Project

Halo mbak Sarah. Boleh diceritakan terlebih dahulu latar belakang mbak Sarah, seperti pendidikan, bidang keilmuan, dan profesi? Perkenalkan, nama saya Annisa Sarah, biasa dipanggil Sarah. Saat ini saya sedang menunggu proses keberangkatan ke Norwegia untuk melanjutkan studi S-3 di University of Stavanger mulai bulan April 2021. Sebelumnya, saya menempuh studi S-1 jurusan Teknik Telekomunikasi di Universitas Telkom, Bandung. Saya sempat bekerja di perusahaan swasta selama … Continue reading Annisa Sarah: Proses Melamar PhD by Project

Lady Mandalika: Berjuang dengan Disertasi di Tengah Pandemi

Pandemi Covid-19 mempengaruhi kita semua secara global. Namun dampaknya tidaklah sama pada semua orang. Banyak kelompok marginal yang hidupnya menjadi lebih rentan dan beban hidupnya semakin berat akibat pandemi. Bagi peneliti perempuan, pandemi menciptakan tantangan yang berbeda dan beban yang semakin berlapis. Padahal di masa normal pun tugas sebagai mahasiswa PhD yang dikombinasikan dengan peran dan tanggung jawab untuk mendampingi keluarga baik secara dekat maupun … Continue reading Lady Mandalika: Berjuang dengan Disertasi di Tengah Pandemi

Dewi Anggraini : 5 Strategi Mahasiswi PhD Tahun Terakhir

Tahun keempat adalah tahun terakhir dari sebuah perjalanan studi doktoral atau PhD. Periode ini merupakan masa yang sangat menentukan bagi proses penyelesaian penulisan tesis/disertasi untuk selanjutnya dapat diajukan (submit) dan diuji kelayakannya. Masa ini sangatlah penting terutama bagi mahasiswi yang mendapatkan beasiswa untuk studi PhD-nya. Untuk menghindari proses berkepanjangan untuk menambah masa beasiswa ataupun bahkan membiayai studi secara mandiri, maka mahasiswi PhD harus mempunyai strategi … Continue reading Dewi Anggraini : 5 Strategi Mahasiswi PhD Tahun Terakhir

Angelina Prima Kurniati: Yakin dan percaya diri, kunci menjalani kuliah PhD

Nama saya Angelina. Saya menjalani studi PhD di School of Computing, University of Leeds, Inggris, tahun 2016 hingga 2020. Saat memulai studi, saya berusia 33 tahun, sudah menikah dan dikaruniai dua anak, serta sudah bekerja sebagai dosen di Universitas Telkom, Bandung selama 10 tahun. Pada kondisi yang sudah tidak muda itu, plus multiperan sebagai seorang istri, ibu, sekaligus seorang karyawan swasta yang sudah “nyaman” dalam … Continue reading Angelina Prima Kurniati: Yakin dan percaya diri, kunci menjalani kuliah PhD

Tatum Syarifah: Berburu Sekolah Anak di Auckland – Dari Lokasi, Sosio Ekonomi, Hingga Etnisitas

Maret 2015 saya menjejakkan kaki di Auckland, New Zealand (NZ), untuk memulai perjalanan PhD di University of Auckland (UoA). Suami dan anak-anak saya tinggalkan dulu di Indonesia agar saya dapat mempersiapkan tempat tinggal dan hal lainnya di Auckland, termasuk juga mental bertarung di level doktoral. Pada saat itu, UoA menempatkan saya di tempat tinggal (akomodasi) sementara untuk kemudian mulai berburu akomodasi permanen. Di NZ, lokasi … Continue reading Tatum Syarifah: Berburu Sekolah Anak di Auckland – Dari Lokasi, Sosio Ekonomi, Hingga Etnisitas

Membalut Luka Menggapai Asa: Perjuangan Single PhD Mama

Nama saya Erika Takidah, ibu dari tiga anak yang saat ini sedang studi PhD di Institute of Islamic Banking and Finance, International Islamic University Malaysia. Cerita saya ini sedikit berbeda dengan para PhD mama lainnya. Disaat yang lain melanjutkan langkah studi dengan motivasi yang ideal, saya justru malah memilih studi lanjut ini sebagai jalan “move on” atas luka yang tertoreh di hati kami. Keputusan untuk … Continue reading Membalut Luka Menggapai Asa: Perjuangan Single PhD Mama

Yangie Dwi: Culture shock is not good, is not bad. It is what it is.

Bagi saya, keputusan menjalani PhD di Korea Selatan boleh dikatakan melalui proses yang cukup singkat. Tidak pernah terlintas dan terbayang sebelumnya untuk melanjutkan sekolah di negeri ginseng ini. Di tahun 2018, sembari bekerja menjadi asisten akademik, saya mulai mencari profesor yang topik penelitiannya sesuai dengan minat saya. Saya masih menyasar untuk melanjutkan pendidikan di UK atau negara Skandinavia. Beberapa lamaran saya ajukan dan kesemuanya gagal. … Continue reading Yangie Dwi: Culture shock is not good, is not bad. It is what it is.

Anggia Prasetyoputri: Menjadi Istri, Ibu, Peneliti dan Pengalaman sebagai Penyintas Kanker

“You are responsible with your own happiness. Beranilah bermimpi, bekerja keras untuk mencapai mimpi itu, dan tidak usah pusing dengan omongan orang.” Saya Anggia Prasetyoputri, peneliti pada Centre for Drug Discovery and Development – Pusat Penelitian dan Pengembangan Bioteknologi LIPI. Saya mendapatkan gelar PhD dari Institute of Molecular Bioscience – University of Queensland, Australia dengan dukungan beasiswa Australia Award tahun 2015-2019. Penghargaan L’oreal UNESCO for … Continue reading Anggia Prasetyoputri: Menjadi Istri, Ibu, Peneliti dan Pengalaman sebagai Penyintas Kanker