Anggia Prasetyoputri: Menjadi Istri, Ibu, Peneliti dan Pengalaman sebagai Penyintas Kanker

“You are responsible with your own happiness. Beranilah bermimpi, bekerja keras untuk mencapai mimpi itu, dan tidak usah pusing dengan omongan orang.” Saya Anggia Prasetyoputri, peneliti pada Centre for Drug Discovery and Development – Pusat Penelitian dan Pengembangan Bioteknologi LIPI. Saya mendapatkan gelar PhD dari Institute of Molecular Bioscience – University of Queensland, Australia dengan dukungan beasiswa Australia Award tahun 2015-2019. Penghargaan L’oreal UNESCO for … Continue reading Anggia Prasetyoputri: Menjadi Istri, Ibu, Peneliti dan Pengalaman sebagai Penyintas Kanker

Najmah Usman: Atmosfer akademik dan peran pembimbing dalam pembelajaran PhD

Halo teman-teman, perkenalkan nama saya Najmah Usman, seorang ibu dengan 3 orang anak yang telah menyelesaikan PhD di Selandia Baru tahun 2020 ini. Saya lahir dan besar di bantaran sungai Musi, Palembang, Sumatera Selatan. Latar belakang Pendidikan S1 dan S2 saya adalah Kesehatan Masyarakat, saya memperoleh beasiswa AUSAID di Melbourne University dan menggeluti bidang statistik dan epidemologi.  Saya mengambil beasiswa S3 melalui New Zealand ASEAN … Continue reading Najmah Usman: Atmosfer akademik dan peran pembimbing dalam pembelajaran PhD

Yuherina Gusman: Tips mengelola keuangan dan waktu dari PhD mama di Taiwan

Nama saya Yuherina Gusman, biasa dipanggil Yuher atau Rina. Saya mahasiswa PhD tahun keempat Jurusan Hubungan Internasional di National Chengchi University, Taiwan. Tidak sengaja memilih Taiwan Sebelumnya saya lulus S2 dari Taiwan National Cultural Study, dan S1 di jurusan Hubungan Internasional dari Universitas Padjajaran. Ini adalah kali kedua saya belajar di Taiwan menggunakan beasiswa dari MOE (Ministry of Education) – salah satu beasiswa dari pemerintah … Continue reading Yuherina Gusman: Tips mengelola keuangan dan waktu dari PhD mama di Taiwan

Inge Dhamanti: Romantika pasangan PhD dan Beasiswa yang tinggal kenangan

Halo! Saya Inge, dosen di Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Airlangga (Unair), Surabaya. Saya mengambil PhD di Australia berkaitan dengan public health service management, bidang yang linier dengan studi S2 saya. Selama studi, keluarga: saya, suami dan kedua anak saya, semua bermukim di Australia. Bahkan kehamilan ketiga saya terjadi di tahun-tahun terakhir studi dan sempat membuat saya harus mengambil cuti. Kerja Bareng Kuliah S3 Demi Membiayai … Continue reading Inge Dhamanti: Romantika pasangan PhD dan Beasiswa yang tinggal kenangan

Pratiwi Retnaningdyah: Tips menaklukkan TOEFL/IELTS dan seribu warna study PhD

“Planning ahead; Apa yang bisa aku lakukan sekarang, lakukan sekarang, sebelum nanti aku gak bisa melakukan apa-apa.” Saya Pratiwi Retnaningdyah (Tiwi), dosen Fakultas Bahasa dan Sastra Inggris di Universitas Negeri Surabaya (UNESA). Saya mendapatkan PhD dari The University of Melbourne, Australia, di bidang Social of Culture and Communication. Disertasi saya membahas praktek literasi pada buruh migran Indonesia yang sedang bekerja di Hongkong. Karena itu, saya … Continue reading Pratiwi Retnaningdyah: Tips menaklukkan TOEFL/IELTS dan seribu warna study PhD

Imairi Eitiveni (Meri): Best practices of doing PhD

Nama saya Imairi Eitiveni, biasanya orang memanggil saya Meri. Saya adalah kandidat PhD jurusan Information Systems, di University of Melbourne, Australia, dengan beasiswa dari Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP). Saat ini saya sudah menyelesaikan thesis dan sedang menunggu wisuda. Pada tulisan ini saya ingin berbagi pengalaman praktik terbaik yang telah saya lakukan untuk sampai pada level mendekati garis finish PhD. Tentang Thesis Fokus penelitian untuk … Continue reading Imairi Eitiveni (Meri): Best practices of doing PhD

Amalia M. Utami: Tentang studi PhD, satgas Covid-19, dan mengurus 2 anak

Hai! Perkenalkan saya Amy, staf dosen muda di Fakultas Kedokteran, Universitas Hasanuddin (Unhas), Makassar. Penelitan PhD saya terkait kelainan pembuluh darah pada kulit dan jaringan lunak. Meski sedang studi PhD, saat ini saya juga kebetulan berperan sebagai tim satgas Covid-19 Universitas Hasanuddin bagian edukasi dan pendanaan. Saya membantu tim Satgas Covid-19 Unhas secara online, walaupun sekarang sudah tidak sesibuk awal pandemi. Pulang ke Indonesia karena Covid Bulan April lalu, … Continue reading Amalia M. Utami: Tentang studi PhD, satgas Covid-19, dan mengurus 2 anak

Tutin Aryanti: Tentang berburu supervisor dan beasiswa studi PhD di US

“Pertama, yang saya persiapkan untuk melanjutkan studi adalah membuat proposal dan mencari supervisor yang memiliki ketertarikan bidang yang sama. Tidak semua kampus di US memiliki program studi yang menawarkan bidang ilmu yang sesuai dengan minat kita. Menurut saya selain kemampuan intelektualitas, salah satu faktor keberhasilan dalam melanjutkan studi ke luar negeri dan meraih beasiswa Fulbright adalah telah memiliki supervisor yang sebidang dan tertarik dengan proposal … Continue reading Tutin Aryanti: Tentang berburu supervisor dan beasiswa studi PhD di US

Titissari Rumbogo: Kisah STATA, Batita, dan Robusta di Belanda

Hai Titis, dari pengalaman Titis apa sih motivasi utama studi PhD? Hai Kanti, terima kasih atas kesempatannya untuk sharing. Saya sangat menyadari bahwa melanjutkan studi ke jenjang PhD bukan serta merta hal yang wajib hukumnya bagi setiap orang, karena itu saya betul-betul menghitung manfaat bagi karir saya sebagai dosen dan juga ongkos-ongkos kesempatan yang hilang apa yang mungkin timbul nantinya. Niat untuk bersekolah lagi sebetulnya … Continue reading Titissari Rumbogo: Kisah STATA, Batita, dan Robusta di Belanda