Berdamai dengan Diri Sendiri untuk Menjadi Pribadi yang Produktif dan Bahagia

Sebagai seorang perempuan, kita terbiasa untuk menjalankan banyak peran dengan setumpuk tanggung jawab yang saling tumpang tindih. Dan dalam menjalankan setumpuk tanggung jawab ini, kita sering dihadapi oleh berbagai dilema. Di satu sisi kita ingin menjadi pribadi yang produktif, berprestasi, dan kaya kontribusi bagi sekitarnya; di sisi lain, kita juga ingin maksimal melaksanakan peran kita di tengah-tengah keluarga. Kedua hal ini bukan saja dapat membuat … Continue reading Berdamai dengan Diri Sendiri untuk Menjadi Pribadi yang Produktif dan Bahagia

Andin: Motivasi untuk Melanjutkan Studi PhD

Nama saya Andin, mahasiswa PhD tahun ketiga di Australian National University. Sebelum melanjutkan studi S3, saya bekerja di sebuah perusahaan konsultan manajemen rumah sakit di Surabaya selama 8 tahun. Keinginan studi lanjut di luar negeri adalah impian lama saya, yang terus menyala meski sudah bertahun-tahun terlupakan karena kesibukan sebagai ibu dan istri. Keraguan sempat hadir karena saya bukan dosen seperti kebanyakan orang yang melanjutkan studi … Continue reading Andin: Motivasi untuk Melanjutkan Studi PhD

Lady Mandalika: Berjuang dengan Disertasi di Tengah Pandemi

Pandemi Covid-19 mempengaruhi kita semua secara global. Namun dampaknya tidaklah sama pada semua orang. Banyak kelompok marginal yang hidupnya menjadi lebih rentan dan beban hidupnya semakin berat akibat pandemi. Bagi peneliti perempuan, pandemi menciptakan tantangan yang berbeda dan beban yang semakin berlapis. Padahal di masa normal pun tugas sebagai mahasiswa PhD yang dikombinasikan dengan peran dan tanggung jawab untuk mendampingi keluarga baik secara dekat maupun … Continue reading Lady Mandalika: Berjuang dengan Disertasi di Tengah Pandemi

Dewi Anggraini : 5 Strategi Mahasiswi PhD Tahun Terakhir

Tahun keempat adalah tahun terakhir dari sebuah perjalanan studi doktoral atau PhD. Periode ini merupakan masa yang sangat menentukan bagi proses penyelesaian penulisan tesis/disertasi untuk selanjutnya dapat diajukan (submit) dan diuji kelayakannya. Masa ini sangatlah penting terutama bagi mahasiswi yang mendapatkan beasiswa untuk studi PhD-nya. Untuk menghindari proses berkepanjangan untuk menambah masa beasiswa ataupun bahkan membiayai studi secara mandiri, maka mahasiswi PhD harus mempunyai strategi … Continue reading Dewi Anggraini : 5 Strategi Mahasiswi PhD Tahun Terakhir

Angelina Prima Kurniati: Yakin dan percaya diri, kunci menjalani kuliah PhD

Nama saya Angelina. Saya menjalani studi PhD di School of Computing, University of Leeds, Inggris, tahun 2016 hingga 2020. Saat memulai studi, saya berusia 33 tahun, sudah menikah dan dikaruniai dua anak, serta sudah bekerja sebagai dosen di Universitas Telkom, Bandung selama 10 tahun. Pada kondisi yang sudah tidak muda itu, plus multiperan sebagai seorang istri, ibu, sekaligus seorang karyawan swasta yang sudah “nyaman” dalam … Continue reading Angelina Prima Kurniati: Yakin dan percaya diri, kunci menjalani kuliah PhD

Tatum Syarifah: Berburu Sekolah Anak di Auckland – Dari Lokasi, Sosio Ekonomi, Hingga Etnisitas

Maret 2015 saya menjejakkan kaki di Auckland, New Zealand (NZ), untuk memulai perjalanan PhD di University of Auckland (UoA). Suami dan anak-anak saya tinggalkan dulu di Indonesia agar saya dapat mempersiapkan tempat tinggal dan hal lainnya di Auckland, termasuk juga mental bertarung di level doktoral. Pada saat itu, UoA menempatkan saya di tempat tinggal (akomodasi) sementara untuk kemudian mulai berburu akomodasi permanen. Di NZ, lokasi … Continue reading Tatum Syarifah: Berburu Sekolah Anak di Auckland – Dari Lokasi, Sosio Ekonomi, Hingga Etnisitas

Ega Asnatasia Maharani: Kesalahan Umum Pelamar Program PhD

Pengajuan untuk pendaftaran program S3 barangkali terlihat ‘mudah’ untuk dilakukan, karena ini bukan pertama kalinya kita mendaftar untuk jenjang pendidikan yang lebih tinggi. Mengisi form aplikasi, memenuhi persyaratan, berburu calon supervisor, nampaknya proses yang biasa untuk dilakukan. Padahal kenyataannya, pengajuan program PhD tidak semudah itu. Tulisan berikut adalah hasil refleksi dari pengalaman pribadi saya dan menyaring dari beberapa rekan yang mengalami pengalaman serupa. Perkenalkan, nama … Continue reading Ega Asnatasia Maharani: Kesalahan Umum Pelamar Program PhD

Membalut Luka Menggapai Asa: Perjuangan Single PhD Mama

Nama saya Erika Takidah, ibu dari tiga anak yang saat ini sedang studi PhD di Institute of Islamic Banking and Finance, International Islamic University Malaysia. Cerita saya ini sedikit berbeda dengan para PhD mama lainnya. Disaat yang lain melanjutkan langkah studi dengan motivasi yang ideal, saya justru malah memilih studi lanjut ini sebagai jalan “move on” atas luka yang tertoreh di hati kami. Keputusan untuk … Continue reading Membalut Luka Menggapai Asa: Perjuangan Single PhD Mama

Yangie Dwi: Culture shock is not good, is not bad. It is what it is.

Bagi saya, keputusan menjalani PhD di Korea Selatan boleh dikatakan melalui proses yang cukup singkat. Tidak pernah terlintas dan terbayang sebelumnya untuk melanjutkan sekolah di negeri ginseng ini. Di tahun 2018, sembari bekerja menjadi asisten akademik, saya mulai mencari profesor yang topik penelitiannya sesuai dengan minat saya. Saya masih menyasar untuk melanjutkan pendidikan di UK atau negara Skandinavia. Beberapa lamaran saya ajukan dan kesemuanya gagal. … Continue reading Yangie Dwi: Culture shock is not good, is not bad. It is what it is.

Tania Chumaira: Perjalanan Menuju Finlandia

Nama saya Tania, mahasiswa PhD tahun ketiga di Media Lab Helsinki, Aalto University, Finlandia. Saya ingin bercerita tentang proses yang saya jalani dalam pencarian sekolah yang akhirnya jatuh pada Aalto University di Finlandia. Sejauh ini, komunitas pelajar doktoral di Finlandia masih relatif lebih kecil jika dibandingkan dengan Inggris, Australia, Belanda, atau Jepang. Barangkali memang belum banyak informasi mengenai pengalaman studi doktoral di Finlandia. Padahal, setelah … Continue reading Tania Chumaira: Perjalanan Menuju Finlandia