Ezmieralda Melissa: Tentang durian runtuh, kerja paruh waktu dan dukungan orang-orang terkasih

Hai Ezmi, selamat ya sudah menyerahkan disertasinya. Bisa cerita sedikit apa motivasi awal ingin studi PhD? Alhamdulillah, terima kasih. Motivasi utama tentu saja terkait pekerjaan sebagai akademisi. Tapi memilih menjadi akademisi pun sebetulnya juga bukan rencana hidup. Awalnya justru ingin kerja di perusahaan karena background studi dulu public relations (PR) dan marketing, tapi Papa (alm) bilang aku seperti cocok untuk jadi pengajar. Nah, suatu ketika setelah mentok melamar … Continue reading Ezmieralda Melissa: Tentang durian runtuh, kerja paruh waktu dan dukungan orang-orang terkasih

Imairi Eitiveni: Menjadi Tutor Memberi Semangat Baru untuk Studi

Halo Meri, terima kasih sudah berkenan berbincang dengan phdmamaindonesia. Boleh tanya, di tengah kesibukan sebagai mahasiswi PhD, kenapa memilih jadi tutor (asisten dosen)? Hai Mbak Kanti. Motivasi utama saya yaitu ingin cari pengalaman, seperti apa sih mengajar mahasiswa internasional. Selain itu juga pengalaman kolaborasi dengan kolega di sini, cari ilmu sebanyak-banyaknya karena latar belakang saya sebagai dosen. Saya juga senang berinteraksi dengan banyak orang. Satu … Continue reading Imairi Eitiveni: Menjadi Tutor Memberi Semangat Baru untuk Studi

Putri Harlina: Tidur di lab, kehamilan berbuah publikasi dan Ramadan musim panas di China

Sudah 10 tahun terakhir ini Mbak Putri bermukim di China, boleh cerita sedikit seperti apa perjalanan PhD Mbak di Negeri Panda? Hai Mbak Kanti. Ya, saya sudah lulus tahun 2017 kemarin dan seperti juga PhD Mama lainnya, saya harus pandai-pandai membagi waktu. Selain beban penelitian yang lumayan berat karena harus mempunyai publikasi jurnal sebagai salah satu syarat mutlak untuk kelulusan, ada pula tanggungjawab lainnya yaitu … Continue reading Putri Harlina: Tidur di lab, kehamilan berbuah publikasi dan Ramadan musim panas di China

PhD Mama Ratri: Tentang pumping ASI, riset kanker dan keluarga sebagai support-system

Halo Mbak Ratri, bolehkah cerita sedikit seperti apa proses awal hijrah ke Inggris untuk studi PhD?  Hai Mbak Kanti. Saya memutuskan untuk menempuh pendidikan doktoral, selain untuk memperdalam ilmu mengenai Women’s Cancer, juga karena saya adalah staf pengajar di Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat dan Keperawatan, Universitas Gadjah Mada. Awalnya saya berencana untuk PhD langsung setelah lulus Master of Science dari University College London, tapi tidak … Continue reading PhD Mama Ratri: Tentang pumping ASI, riset kanker dan keluarga sebagai support-system

PhD Mama Deti: Tentang pilihan untuk studi lanjut dan mendampingi putra berkebutuhan khusus

Halo Mbak Deti, bagaimana ceritanya sampai memutuskan untuk menjalani studi PhD di Queensland bersama keluarga, sambil mendampingi putra yang memiliki kebutuhan khusus? Pada mulanya terus terang saya kurang berminat untuk mengambil PhD karena sedang menikmati pekerjaan saya sebagai PNS di Bappenas. Namun, kemudian suami saya mendapat letter of offer dan beasiswa LPDP untuk menempuh studi PhD di University of Queensland, Australia yang dimulai pada Januari … Continue reading PhD Mama Deti: Tentang pilihan untuk studi lanjut dan mendampingi putra berkebutuhan khusus

PhD Mama Diana: Menuntut ilmu tak cuma untuk ibu tetapi untuk kebaikan keluarga dan masyarakat

Mbak Diana boleh cerita sedikit apa sih yang memotivasi Mbak untuk berangkat studi S3 ke Australia – seperti apa obrolan dengan suami juga kedua putri kecil waktu itu? Sekolah buat saya adalah perjalanan menuntut ilmu. Tujuannya sudah jelas yaitu menuntut ilmu. Biar ilmunya bertambah untuk ngajari muridnya, karena saya seorang dosen. Agar juga cukup ilmu untuk memperbaiki masyarakat. Rencana sekolah S2 dan S3, sudah menjadi … Continue reading PhD Mama Diana: Menuntut ilmu tak cuma untuk ibu tetapi untuk kebaikan keluarga dan masyarakat

PhD Mama Sherly: Tentang menjadi ibu baru, pernikahan jarak jauh dan lingkungan studi yang kompetitif

Menjalani program PhD di negara tetangga, Singapura, dapat menjadi opsi yang menguntungkan terutama dari segi kedekatan lokasi serta tingkat kompetisi prestasi yang cukup tinggi. Sherly Haristya, seorang PhD Mama yang menimba ilmu di negeri Singa, berbagi kisah tentang masa-masa menjalani perkuliahan sebagai pengantin baru, mama baru serta momen-momen up and down dalam studi S3. Sher, boleh cerita sedikit tentang proses awal memulai perjalanan PhD? Bagaimana … Continue reading PhD Mama Sherly: Tentang menjadi ibu baru, pernikahan jarak jauh dan lingkungan studi yang kompetitif

PhD Mama Amy: Tentang hamil besar, menjadi single-fighter dan disertasi

Hai Mbak Amy, boleh cerita bagaimana awal perjalanan Mbak studi PhD di Amsterdam? Hai Mbak Kanti. Waktu itu, Idul Adha tahun 2015 adalah hari dimana saya dan anak pertama saya, perempuan berusia 4 tahun, harus berangkat berdua ke negara kincir angin, Belanda. Saya mendapatkan tawaran untuk sekolah PhD di Academisch Medisch Centrum, University of Amsterdam, dengan syarat saya harus mengikuti penelitian orang lain menjadi second … Continue reading PhD Mama Amy: Tentang hamil besar, menjadi single-fighter dan disertasi

PhD Mama Dharma: Kisah single-fighter, diagnosa down-syndrome dan layanan child-care

Bagaimana perasaan Kakak sekarang studi sudah rampung dan sudah kembali berkumpul lagi bersama keluarga? Ya, saya selalu melihat bahwa setiap insan di dunia ini semata-mata hanya menjalankan peran sesuai takdir dan tugas kita adalah menghidupkan peran tokoh itu sebaik-baiknya dengan ikhtiar dan beribadah. Alhamdulillah, rasanya bahagia yang tak terkira karena perjuangan lahir dan batin di jalan ilmu untuk mencapai PhD selama 4 tahun akhirnya bisa dituntaskan … Continue reading PhD Mama Dharma: Kisah single-fighter, diagnosa down-syndrome dan layanan child-care

PhD Mama Bella: thesis, terapi dan sholat di emergency exit

Bella bolehkah cerita sedikit seperti apa proses awal hijrah ke Kanada? Jadi awalnya aku lulus dari jurusan Teknik Gas dan Petrokimia UI tahun 2005 lalu diterima bekerja di BPPT. Tapi kemudian baru sebulan kerja aku mendapat rekomendasi dari teman sehingga dapat undangan wawancara Schlumberger yang ternyata juga menawarkan pekerjaan buatku. Dengan berbagai pertimbangan aku putuskan mengambil tawaran tersebut dan aku langsung dikirim ke Brooks, Alberta, … Continue reading PhD Mama Bella: thesis, terapi dan sholat di emergency exit