Kisah pendamping PhD Mama – Iqbal Aji Daryono: Tentang gengsi laki-laki, nyupir truk dan menulis buku

Mas Iqbal hijrah ke Perth akhir tahun 2013 untuk mendampingi istri studi S3 di Murdoch University. Apa yang melatarbelakangi keputusan tersebut? Yang melatarbelakangi ya janji saya untuk mendukung dia sekolah sampai tinggi. Pas istri studi Master saya udah nggak nemeni. Jauh-jauhan dua tahun. Pas doktor ya akhirnya nemeni. Kebetulan kerjaan saya di Jogja juga wiraswasta, jadi gak terikat kenceng. Respon keluarga besar saat mau berangkat … Continue reading Kisah pendamping PhD Mama – Iqbal Aji Daryono: Tentang gengsi laki-laki, nyupir truk dan menulis buku

PhD Mama Dewi: Perempuan tak hanya dapur, kasur dan sumur

Mbak Dewi bolehkah cerita sedikit seperti apa proses awal hijrah ke Inggris untuk studi PhD? Seperti apa dukungan keluarga saat itu? Sesuai dengan life plan saya, saya memang ingin melanjutkan studi S3. Pilihan kami jatuh di London, kota yang sama seperti saat saya menyelesaikan studi di Imperial College London. Dulu saya ingin langsung melanjutkan S3, qadarullah Allah tangguhkan selama 2 tahun. Tanpa diduga, sesuai dengan … Continue reading PhD Mama Dewi: Perempuan tak hanya dapur, kasur dan sumur

PhD Mama Amy: Tentang hamil besar, menjadi single-fighter dan disertasi

Hai Mbak Amy, boleh cerita bagaimana awal perjalanan Mbak studi PhD di Amsterdam? Hai Mbak Kanti. Waktu itu, Idul Adha tahun 2015 adalah hari dimana saya dan anak pertama saya, perempuan berusia 4 tahun, harus berangkat berdua ke negara kincir angin, Belanda. Saya mendapatkan tawaran untuk sekolah PhD di Academisch Medisch Centrum, University of Amsterdam, dengan syarat saya harus mengikuti penelitian orang lain menjadi second … Continue reading PhD Mama Amy: Tentang hamil besar, menjadi single-fighter dan disertasi

PhD Mama Yuher: Usaha katering, mengasuh anak dan disertasi

Sering saya dengar, perjalanan PhD itu penuh dengan kejutan. Bagaimana pendapat Mbak Yuher? Ya, kurang lebih seperti itulah yang saya rasakan juga. Jadi cerita awalnya kepindahan kami ke Taiwan adalah karena suami akan melanjutkan sekolah. Namun karena jurusan yang diminati beliau mengharuskan kemampuan Bahasa Mandarin di level tertentu, rencana seketika berubah : saya lanjut S3, suami kuliah Bahasa, baru kemudian lanjut studi S-3 nya. Mengapa … Continue reading PhD Mama Yuher: Usaha katering, mengasuh anak dan disertasi

PhD Mama Dewi: Anugerah studi PhD dibalut kisah LDR segitiga dengan anak dan suami

Halo mbak Dewi, boleh cerita Mbak, bagaimana perjalanan Mbak Dewi dalam menempuh PhD sejauh ini? Apa saja kemudahan dan kesulitan yang ditemui? Hai mba Kanti. Perjalanan PhD saya di Royal Melbourne Institute of Technology (RMIT) University secara resmi dimulai pada tanggal 02 Maret 2015. Saat ini adalah tahun ketiga perjalanan saya sebagai kandidat doktor. Dua milestone review seminar alhamdulillah telah terlalui dengan hasil yang memuaskan. … Continue reading PhD Mama Dewi: Anugerah studi PhD dibalut kisah LDR segitiga dengan anak dan suami

PhD Mama Najmah: Perjuangan panjang berangkat studi S3 bersama 2 balita

Najmah, bisa cerita sedikit bagaimana perjuangan mendapatkan beasiswa S3 sekarang ini? Ya, saya sudah memimpikan studi PhD dari sejak lama. Waktu itu tahun 2011 saya baru saja menikah. Saya mendaftar beasiswa kesana kemari tapi berkali-kali itu juga saya gagal. Rupanya Allah ingin kami fokus pada pencapaian lain yaitu untuk punya anak terlebih dahulu. Alhamdulillah kami dianugerahi 2 bayi dalam tempo 2 tahun, setelah sebelumnya sempat merasakan … Continue reading PhD Mama Najmah: Perjuangan panjang berangkat studi S3 bersama 2 balita

PhD Mama Bella: thesis, terapi dan sholat di emergency exit

Bella bolehkah cerita sedikit seperti apa proses awal hijrah ke Kanada? Jadi awalnya aku lulus dari jurusan Teknik Gas dan Petrokimia UI tahun 2005 lalu diterima bekerja di BPPT. Tapi kemudian baru sebulan kerja aku mendapat rekomendasi dari teman sehingga dapat undangan wawancara Schlumberger yang ternyata juga menawarkan pekerjaan buatku. Dengan berbagai pertimbangan aku putuskan mengambil tawaran tersebut dan aku langsung dikirim ke Brooks, Alberta, … Continue reading PhD Mama Bella: thesis, terapi dan sholat di emergency exit

PhD Mama Ika: Bang Thoyib dan Mengurus 5 Anak

Mbak, bagaimana kisah awal bisa mengasuh 5 anak sambil PhD? Jadi ceritanya, saya mulai studi PhD akhir tahun 2008, waktu itu sambil sibuk mengurus satu anak si sulung (7 tahun), sementara anak kedua yang saat itu berumur 2.5 tahun masih di Indonesia karena suami masih ada komitmen dengan pekerjaan. Kami sempat Long Distance Relationship (LDR), susah ya, namun hikmahnya saya jadi betul-betul ngebut sehingga saya bisa … Continue reading PhD Mama Ika: Bang Thoyib dan Mengurus 5 Anak

PhD Mama Lia: Sekolah itu Rejeki Keluarga

Hai Mama! Kali ini saya berkesempatan ngobrol dengan Mbak Lia, yang baru memulai studi doktoralnya tahun lalu. Mbak Lia banyak bercerita tentang pentingnya dukungan keluarga sebelum memulai perjalanan panjang sebagai mahasiswa doktoral, selamat menyimak ya! Bagaimana cerita awalnya bisa hijrah sekeluarga ke Australia untuk studi S3? Jadi ceritanya, saya selesai mengambil gelar master di Australia 5 tahun yang lalu. Berhubung saya kerja di Bappenas yang membutuhkan banyak … Continue reading PhD Mama Lia: Sekolah itu Rejeki Keluarga