PhD: Perjalanan Hati dan Dedikasi

Saya Alies Lintang, saat ini sedang menjalani peran ganda sebagai ibu dan akademisi. Semuanya membuat saya banyak menata ulang prioritas, terutama soal bagaimana tetap hadir bagi keluarga di tengah tuntutan akademik. Keputusan untuk menempuh PhD bersama keluarga bukan sekadar pilihan akademis, tetapi sebuah strategi hidup, jawaban atas tahun-tahun Long Distance Marriage yang perlahan membuat keterlibatan saya dalam keseharian anak dan suami terasa terpotong-potong. Dengan berpindah … Continue reading PhD: Perjalanan Hati dan Dedikasi

Serial Lanjut Studi 40+: Rahasia Menyiapkan Mental untuk Studi di Usia Matang

Melanjutkan studi di usia yang disebut banyak orang sebagai usia matang atau sekitar umur 40an menjadi hal yang tidak biasa. Namun, usia bukanlah menjadi batas. Walaupun banyak yang perlu dipertimbangkan dan memang menjadi perempuan lagi dan lagi harus memikirkan urusan yang bukan hanya dirinya sendiri. Phd Mama Indonesia bangga pada teman-teman yang menyemai benih-benih harapan studi lanjut itu masih ada, meski usia tak lagi muda. … Continue reading Serial Lanjut Studi 40+: Rahasia Menyiapkan Mental untuk Studi di Usia Matang

Dilema Karier Dosen: Setelah Doktor, Lalu Apa?

Masih dalam memeringati Hari Pendidikan Nasional 2025, mari sejenak kita menengok kehidupan sebagian pendidik di perguruan tinggi. Profesi yang menjadi garda depan dalam mendidik mahasiswa. Mereka memberikan bekal ilmu dan keterampilan bagi sumber daya manusia Indonesia. Mereka yang dipanggil dosen. Berbagai tuntutan mereka hadapi; dari mulai mengisi BKD (Beban Kinerja Dosen)—yang didalamnya terdiri dari aspek pendidikan, pengabdian kepada masyarakat dan penelitian yang semuanya harus dikerjakan … Continue reading Dilema Karier Dosen: Setelah Doktor, Lalu Apa?

Menempuh PhD di saat Masih Single, Tentang Menemukan Diri Sendiri

Halo PhD mama dimanapun berada, salam sehat semua! Salam kenal nama saya Riesma Andiani, saat ini sedang menempuh PhD di Hawkesbury Institute for The Environment, Western Sydney University, Australia. Setiap perjalanan dalam hidup yang sedang kita jalani, kita akan menemukan makna yang dapat menjadi pelajaran berharga untuk diri sendiri. Seperti saat menempuh studi PhD ini. Konon katanya, kecerdasan ibu akan menurun kepada anaknya. Tapi masa … Continue reading Menempuh PhD di saat Masih Single, Tentang Menemukan Diri Sendiri

Refleksi Tentang Ramadhan Jauh Dari Tanah Kelahiran

Selamat Ramadhan untuk Mama keren yang penuh inspirasi, salam 24 jam! Kali ini PhD Mama Indonesia berkesempatan untuk mewawancarai Elvina Nur Anita, atau yang akrab dipanggil Vina, seorang Mama yang luar biasa dengan banyak peran: sebagai ibu, istri, pegawai negeri sipil, pembawa acara, penerjemah, alumni Beasiswa Chevening, dan saat ini sedang mengejar gelar S3 melalui beasiswa LPDP. Vina juga pernah menjadi editor jurnal. Wawancara ini … Continue reading Refleksi Tentang Ramadhan Jauh Dari Tanah Kelahiran

Widya Paramita: Kecilkan yang Besar, dan Besarkan yang Kecil: Resep Menjaga Kewarasan Seorang Ibu sekaligus Mahasiswi S3

Dear Pembaca PhDMama Indonesia, Perkenalkan, nama saya Widya Paramita, biasa dipanggil Mita atau Widya. Saat ini saya memasuki tahun ke 3 studi S3 saya di School of Marketing, University of New South Wales. Sebelum saya memulai cerita saya, saya ingin menyampaikan bahwa saya tidak lebih hebat dari ibu-ibu di manapun. Semua orang punya tantangan yang berbeda dalam hidupnya, khususnya menjadi ibu. Sebaliknya, saya sering sekali … Continue reading Widya Paramita: Kecilkan yang Besar, dan Besarkan yang Kecil: Resep Menjaga Kewarasan Seorang Ibu sekaligus Mahasiswi S3

Ezmieralda Melissa: Tentang durian runtuh, kerja paruh waktu dan dukungan orang-orang terkasih

Hai Ezmi, selamat ya sudah menyerahkan disertasinya. Bisa cerita sedikit apa motivasi awal ingin studi PhD? Alhamdulillah, terima kasih. Motivasi utama tentu saja terkait pekerjaan sebagai akademisi. Tapi memilih menjadi akademisi pun sebetulnya juga bukan rencana hidup. Awalnya justru ingin kerja di perusahaan karena background studi dulu public relations (PR) dan marketing, tapi Papa (alm) bilang aku seperti cocok untuk jadi pengajar. Nah, suatu ketika setelah mentok melamar … Continue reading Ezmieralda Melissa: Tentang durian runtuh, kerja paruh waktu dan dukungan orang-orang terkasih

PhD Mama Anggia: Tentang menjadi ibu, riset di laboratorium dan berbagi tugas dengan suami

Halo Anggi, dua kali hijrah ke Australia untuk studi, apa perbedaannya kali ini? Hai Kanti. Pertama kali saya ke Melbourne untuk mengambil studi Master, saya hanya berdua bersama suami dan kami baru saja menikah. Jadinya saya bisa fokus ke studi dan masih banyak waktu untuk lembur apabila diperlukan dan juga lebih punya waktu untuk berpartisipasi dalam kegiatan akademis kampus. Kali kedua kami sekeluarga hijrah ke … Continue reading PhD Mama Anggia: Tentang menjadi ibu, riset di laboratorium dan berbagi tugas dengan suami

PhD Mama Ika: Bang Thoyib dan Mengurus 5 Anak

Mbak, bagaimana kisah awal bisa mengasuh 5 anak sambil PhD? Jadi ceritanya, saya mulai studi PhD akhir tahun 2008, waktu itu sambil sibuk mengurus satu anak si sulung (7 tahun), sementara anak kedua yang saat itu berumur 2.5 tahun masih di Indonesia karena suami masih ada komitmen dengan pekerjaan. Kami sempat Long Distance Relationship (LDR), susah ya, namun hikmahnya saya jadi betul-betul ngebut sehingga saya bisa … Continue reading PhD Mama Ika: Bang Thoyib dan Mengurus 5 Anak

PhD Mama Winny: Menyimpan Bayi di Meja Kerja

Hola Mama! Pada post kali ini saya ingin berbagi obrolan dengan Winny Wulandari, dosen ITB yang menyelesaikan PhD nya di Australia kira-kira 3 tahun yang lalu. Sama-sama menempuh studi doktoral dengan suami tidak hanya sebuah keberuntungan tetapi juga sebuah tantangan tersendiri, ditambah ada kehadiran buah hati yang sempat mengalami sakit yang cukup serius. Bagaimana kisah Mbak Winny? Selamat menyimak! Bagaimana Winny membagi tugas dengan suami terutama … Continue reading PhD Mama Winny: Menyimpan Bayi di Meja Kerja