Rekontekstualisasi Nilai-nilai Kartini Bagi Perempuan PhD

Perempuan yang bergelut di dunia akademik dihadapkan dengan banyak tantangan, baik yang tengah berproses menyelesaikan PhD maupun yang sudah lama berkiprah sebagai ilmuwan,. Mereka harus gesit menjalani berbagai peran yaitu menjadi seorang ibu sekaligus berperan ganda dengan menjalani kehidupan sebagai ilmuwan profesional.  Sebagai perempuan Indonesia, kita mengenal sosok Kartini yang nilai-nilai dan semangat juangnya layak dijadikan teladan terutama dalam mengenyam pendidikan. Semangat Kartini dan bagaimana … Continue reading Rekontekstualisasi Nilai-nilai Kartini Bagi Perempuan PhD

Kartini Masa Kini: Saling Dukung atau Saling Tikung?

Raden Ajeng Kartini dapat dikatakan sebagai tokoh yang tak tergantikan dalam kiprah perjuangan perempuan Indonesia. Namanya menjadi simbol emansipasi, kebangkitan dan kesetaraan perempuan hingga masa kini. Dilahirkan pada 21 April 1879 dari keluarga bangsawan Jepara, memberikan privilese bagi Kartini untuk mengenyam pendidikan yang lebih baik. Ini membuatnya tidak terpenjara dengan budaya patriarki pada masa itu, seperti perempuan pada umumnya. Namun, keistimewaan ini tidak menyurutkan semangat … Continue reading Kartini Masa Kini: Saling Dukung atau Saling Tikung?

Dyah Ayu Widowati: Tentang Tembok yang Berlapis, Stigma Perempuan Ambisius, dan Membesarkan Anak Laki-Laki yang Berhati Lembut

Di Indonesia, tanggal 21 April biasanya diperingati bersama sebagai Hari Kartini. Hari tersebut adalah hari lahir seorang Raden Ajeng Kartini, seorang aristokrat Jawa yang menjadi simbol emansipasi bagi perempuan Indonesia. Di tahun 2024 ini, saatnya kita berefleksi, sudah sejauh mana perempuan bisa berdaya dan mencapai cita-citanya? Berkaitan dengan momentum tersebut, saya menuliskan kisah seorang perempuan bernama Dyah Ayu Widowati. Pagi itu, di sebuah kampus di … Continue reading Dyah Ayu Widowati: Tentang Tembok yang Berlapis, Stigma Perempuan Ambisius, dan Membesarkan Anak Laki-Laki yang Berhati Lembut